Showing posts with label Tauhid. Show all posts
Showing posts with label Tauhid. Show all posts

Sunday, 14 December 2008

Prinsip-Prinsip Aqeedah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (1)


Tulisan: Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam yang telah menunjuki kita sekalian kepada cahaya Islam dan sekali-kali kita tidak akan mendapat petunjuk jika Allah tidak memberi kita petunjuk. Kita memohon kepada-Nya agar kita senantiasa ditetapkan di atas hidayah-Nya sampai akhir hayat

PENDAHULUAN


Segala puji bagi Allah Rab semesta alam yang telah menunjuki kita sekalian kepada cahaya Islam dan sekali-kali kita tidak akan mendapat petunjuk jika Allah tidak memberi kita petunjuk. Kita memohon kepada-Nya agar kita senantiasa ditetapkan di atas hidayah-Nya sampai akhir hayat, sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati kecuali dalam keadaan Islam. (Ali-Imran : 102)

Begitu pula kita memohon agar hati kita tidak dicondongkan kepada kesesatan setelah kita mendapat petunjuk.

Artinya : Ya Allah, janganlah engkau palingkan hati-hati kami setelah engkau memberi kami hidayah. (Ali Imran : 8).

Dan semoga shalawat serta salam senantiasa Allah limpahkan kepada Nabi kita, suri tauladan dan kekasih kita, Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang telah diutus-Nya sebagai rahmat bagi alam semesta. Dan semoga ridla-Nya selalu dilimpahkan kepada para sahabatnya yang shalih dan suci, baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshar, serta kepada para pengikutnya yang setia selama ada waktu malam dan siang.

Wa ba'du : Inilah beberapa kalimat ringkas tentang penjelasan 'Aqidah Ahlus Sunnah Wal-Jama'ah yang pada kenyataan hidup masa kini diperselisihkan oleh umat Islam sehingga mereka terpecah belah. Hal itu terbukti dengan tumbuhnya berbagai kelompok (da'wah) kontemporer dan jama'ah-jama'ah yang berbeda-beda. Masing-masing menyeru manusia (umat Islam) kepada golongannya ; mengklaim bahwa diri dan golongan merekalah yang paling baik dan benar, sampai-sampai seorang muslim yang masih awam menjadi bingung kepada siapakah dia belajar Islam dan kepada jama'ah mana dia harus ikut bergabung. Bahkan seorang kafir yang ingin masuk Islam-pun bingung. Islam apakah yang benar yang harus di dengar dan dibacanya ; yakni ajaran Islam yang bersumber kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah yang telah diterapkan dan tergambar dalam kehidupan para sahabat Rasulullah yang mulia dan telah menjadi pedoman hidup sejak berabad-abad yang lalu ; namun justru dia hanya bisa melihat Islam sebagai sebuah nama besar tanpa arti bagi dirinya.

Begitulah yang pernah dikatakan oleh seorang orientalis tentang Islam: Islam itu tertutup oleh kaumnya sendiri, yakni orang-orang yang mengaku-ngaku muslim tetapi tidak konsisten (menetapi) dengan ajaran Islam yang sebenarnya.

Kami tidak mengatakan bahwa Islam telah hilang seluruhnya oleh karena Allah telah menjamin kelanggengan Islam ini dengan keabadian Kitab-Nya sebagaimana Dia telah berfirman.

Artinya: Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Al-Hijr : 9).

Maka, Pastilah akan senantiasa ada segolongan kaum muslimin yang tetap teguh (konsisten) memegang ajarannya dan memelihara serta membelanya sebagaimana di firmankan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya (dari Islam), maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lembut terhadap orang-orang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela .... (Al-Maaidah : 54).

Dan firman Allah.

Artinya : Ingatlah kamu ini. orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) di jalan Allah. Maka diantara kamu ada yang bakhil barang siapa bakhil berarti dia bakhil pada dirinya sendiri, Allah Maha Kaya dan kamu orang-orang yang memerlukan-Nya, dan jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti ( kamu) dengan kaum selain kalian dan mereka tidak akan seperti kamu ini. (Muhammad : 38).

Golongan atau jama'ah yang dimaksud adalah seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits :

Artinya : Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tetap membela al-haq, mereka senantiasa unggul, yang menghina dan menentang mereka tidak akan mampu membahayakan mereka hingga datang keputusan Allah (Tabaraka wa Ta'ala), sedang mereka tetap dalam keadaan yang demikian. (Dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhari 4/3641, 7460; dan Imam Muslim 5 juz 13, hal. 65-67 pada syarah Imam Nawawy).

Bertolak dari sinilah kita dan siapa saja yang ingin mengenal Islam yangbenar beserta pemeluknya yang setia harus mengenal golongan yang diberkahi ini dan yang mewakili Islam yang benar, Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan ini agar kita bisa mengambil contoh dari berjalan pada jalan mereka dan agar supaya orang kafir yang ingin masuk Islam itupun dapat mengetahui untuk kemudian bisa bergabung.


Disalin dari buku Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal-Jama'ah oleh Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, diterbitkan oleh Dar Al-Gasem Saudi Arabia PO Box 6373 Riyadh 11442, penerjemah Abu Aasia.

Silsilah Soal Jawab Aqidah_1

Sumber: Malaysia Salafi

بسم الله الرحمن الرحيم

Oleh: Al Ustadz Abu Auzaie

Dipetik daripada kitab : 200 soal jawab tentang akidah Islam karangan Syaikh Hafiz ibnu Ahmad Hakami

Soalan : Apakah kewajipan yang pertama ke atas hamba-hamba?

Jawapan : Kewajipan yang pertama sekali ke atas hamba-hamba ialah mengetahui perkara yang menjadi sebab Allah mencipta mereka, mengambil perjanjian yang teguh daripada mereka dan sebab Allah mengutuskan para rasul dan menurunkan kitab-kitab kepada mereka. Perkara yang yang menjadi sebab dicipta dunia dan akhirat, syurga dan neraka, berlakunya kiamat, diletakkan neraca timbangan amalan dan dibentangkan lembaran amalan. Ketentuan kesengsaraan dan kebahgiaan, dibahagikan cahaya (petunjuk-penterjemah) juga berdasarkan perkara tersebut. Barangsiapa yang tidak diberikan cahaya oleh Allah maka tiadalah cahaya buatnya.



Soalan : Apakah perkara yang menjadi sebab Allah mencipta makhluknya?

Jawapan : Firman Allah :

وما خلقنا السموات والأرض وما بينهما لاعبين 0 وماخلقنا هما الا بالحق ولكن أكثرهم لا يعلمون

Maksudnya : “dan Aku tidak jadikan langit dan bumi serta apa yang ada di antara kedua-duanya dengan bermain-main 0 Aku tidak mencipta kedua-duanya melainkan dengan kebenaran akan tetapi kebanyakkan mereka tidak mengetahui” - Ad-Dukhan ayat 38. Firman Allah:

وما خلقنا السماء والأرض وما بينهما باطلا ذلك ظن الذين كفروا

Maksudnya : “dan Aku tidak mencipta langit dan bumi serta apa yang ada di antara kedua-duanya secara batil(sia-sia). Yang demikian itu adalah sangkaan orang-orang yang kufur..” - Shod ayat 27. Firman Allah :

وخلق الله السموات والأرض بالحق ولتجزى كل نفس بما كسبت وهم لا يظلمون

Maksudnya : “Allah mencipta langit dan bumi dengan kebenaran dan untuk diberikan pembalasan kepada setiap jiwa dengan apa yang dia kerjakan dan mereka tidak akan dizalimi” - Al-Jathiyah ayat 22. Firman Allah :

وما خلقت الجن والانس الا ليعبدون

Maksudnya : “dan Aku tidak mencipta jin dan manusia melainkan untuk mereka melakukan ibadat kepadaku” - Az-Zariyat ayat 56



Soalan : Apakah makna hamba?

Jawapan : Perkataan ‘hamba’ sekiranya membawa maksud yang ditundukkan maka ia merangkumi kesemua makhluk yang ada di langit dan di bumi sama ada yang berakal atau tidak, yang basah(hidup) atau kering(mati), yang bergerak atau tidak bergerak, yang zahir dan yang tersembunyi, yang beriman atau kafir, yang baik atau jahat dan lain-lain lagi. Kesemuanya adalah makhluk (ciptaan) Allah ‘azza wa jalla yang tunduk di bawah kuasa dan pentadbirannya. Setiap dari perkara ini ada garisan dan batasan untuk ia berhenti di atasnya. Kesemuanya bergerak pada tempoh yang telah ditetapkan. Tidak sekali-kali mereka akan dapat melintasinya. “Itu merupakan ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” dan tadbiran Yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana. Sekiranya perkataan hamba tadi membawa maksud hamba yang kasih dan tunduk maka ianya khusus kepada orang-orang mukmin yang merupakan hamba-hamba-Nya yang dimuliakan, wali-wali-Nya yang bertaqwa, yang tidak merasa takut (terhadap perkara yang akan terjadi dihadapan mereka-penterjemah) dan tidak merasakan kesedihan (terhadap apa yang mereka tinggalkan-penterjemah).



Soalan : Apakah ibadat?

Jawapan : Ibadat adalah nama yang meliputi setiap perkara yang dikasihi oleh Allah dan diredhio-Nya sama ada perkataan yang zahir dan batin (sama ada amalan hati, lidah dan perbuatan-penterjemah) dan membebaskan diri daripada perkara yang bertentangan dengannya.



Soalan : Bilakah amalan itu dikira sebagai ibadat?

Jawapan : Apabila cukup padanya dua perkara iaitu kesempurnaan rasa kasih dan kesempurnaan rasa tunduk (menghina diri dihadapan Allah-penterjemah). Firman Allah :

والذين آمنوا أشد حبا لله

Maksudnya : “dan orang-orang yang beriman amat kasih kepada Allah” - Al-Baqoroh ayat 165. Firman Allah :

والذين هم من خشية ربهم مشفقون

Maksudnya: “dan orang-orang yang gementar kerana takutkan kepada Rob mereka”- Al-Mukminun ayat 57. Allah telah menghimpunkan kedua-dua sifat ini dalam firman-Nya :

انهم كانوا يسارعون فى الخيرات ويدعوننا رغبا ورهبا وكانوا لنا خاشعين

Maksudnya : “sesungguhnya mereka (para nabi tersebut) bersegera dalam melakukan kebaikan dan berdoa kepadaKu dalam keadaan mengharap dan takut dan mereka itu tunduk dan khusyu’ kepada-Ku” - Surah Al-Anbiya ayat 90